Maulidur Rosul 1434 H

Bulan Kelahiran Nabi Muhammad saw. hadir di antara kita. Tanpa adanya Nabi Muhammad saw. tidak ada Al-Qur'an, tidak ada shalat, tidak ada hari Raya Idul fitri...Sudah sepantasnya kita berterimakasih kepada Beliau. Peringatan Maulidur Rosul hendaknya memperhatikan syara'.

Menghalalkan Segala Cara

Catherine Venusto, ia terbukti telah menyusup ke dalam jaringan komputer sekolah Northwestern Lehigh dan mengubah nilai putrinya dengan menambahkan status 'pengecualian medis'. Selain itu, pelaku juga mengubah nilai putranya dari 98% menjadi 99%.

Kevin Mitnick, Sang Legenda

Kevin Mitnick adalah hacker pertama yang wajahnya terpampang dalam poster “FBI Most Wanted”.Kevin juga seorang “Master of Deception”.

Computer Cluster

Proses menghubungkan beberapa komputer agar dapat bekerja seperti itu dinamakan dengan Clustering. Salah satu sistem operasi yang mendukung sistem cluster adalah Linux.

Kevin Poulsen a.k.a Dark Dante

Poulsen adalah seorang penjahat cyber paling terkenal di Amerika yang pernah ada. Untuk menjadi seorang peretas, Poulsen belajar sendiri secara otodidak.

Friday, October 11, 2013

Karena Anak Perlu Sentuhan Jiwa

Mengesankan. Saya menerima naskah buku Human Touch dalam sebuah paket sangat tebal. Semula saya mengira paket tersebut berisi sejumlah buku yang telah terbit. Tetapi ternyata paket seukuran satu kardus 5 rim kertas HVS tersebut berisi naskah 1 judul buku yang sedang dipersiapkan penerbitannya. Istri saya terperangah, tetapi dengan segera ia antusias membaca naskah tersebut. Tak percuma buku ini ditulis sedemikian tebal. Selain kaya informasi, buku ini juga memiliki pijakan nash yang sangat kuat. Inilah kelebihan yang jarang dimiliki oleh buku-buku parenting Islami. Biasanya, jika buku tersebut memiliki pijakan nash yang kuat, ia kehilangan aktualitasnya. Bukan berarti nash yang shahih tidak bersifat aplikatif karena sesungguhnya nash itu memang untuk diterapkan, tetapi sangat jarang penulis yang mampu menariknya dalam kehidupan terkini.

Alih-alih, kadang perbincangan tentang teori maupun isu aktual terkesan hanya sebagai penguat saja sehingga dien ini terkesan minder di hadapan teori-teori terkini. Padahal seharusnya dien ini merupakan penakar bagi segala sesuatu yang datangnya kemudian, baik itu teori, teknik maupun isu terkini. Sering pula kita dapati buku-buku yang bermaksud menunjukkan ketinggian dien ini, tetapi terjebak pada sikap jumud atau sebaliknya: terlalu akomodatif terhadap hal-hal baru.Yang lebih parah, buku-buku yang judul dan kemasannya tampak Islami tidak jarang menjadikan nash Al-Qur'an maupun As-Sunnah Ash-Shahihah hanya sebagai pembenar. Yang ditulis sebenarnya murni berdasarkan pendekatan yang dipilihnya, tetapi dicari-carikan nash yang tampak bersesuaian sebagai dalil. Padahal sangat berbeda dalil dengan dalih.

Buku jenis terakhir ini kadang lahir dari mereka yang awam dalam masalah dien, tetapi tidak menyadari keawamannya sehingga membuatnya sangat berani melangkah. Kadang muncul dari mereka yang sangat bersemangat dalam agama, sebegitu bersemangatnya sehingga ia kehilangan kejernihan untuk menimbang dengan baik dan hati-hati apa yang baru muncul menurut takaran dien. Kadang pula buku sejenis itu ditulis oleh mereka yang sepenuhnya sadar bahwa dirinya tidak memiliki kepatutan dalam masalah dien, tetapi ia mengabaikan hal tersebut demi meraih dunia yang secuil. Na'udzubillahi min dzaalik.

Adapun saya, termasuk bagian yang pertama. Sesungguhnya saya masih sangat awam dalam masalah dien. Kebodohan saya terutama sangat terasa manakala belajar lebih jauh di waktu-waktu berikutnya kepada orang-orang yang memang memiliki kepatutan untuk berbicara tentang dien. Inilah yang menyebabkan saya gamang ketika harus member kata pengantar untuk buku ini. Disamping itu, buku ini mengesankan buat saya sehingga cukup menenggelamkan saya dan menggoda diri saya untuk menulis tema-tema parenting dengan berpijak pada pembahasan yang ada di buku ini. Kadang saya tergoda untuk menulis lebih cair sesuai konteks masyarakat Indonesia sehingga terasa lebih hidup. Tetapi saya mengurungkan diri sejenak. Itu godaan yang membuat kata pengantar buku ini tak kunjung selesai.

Cakupan tema buku ini sangat luas. Sebegitu luasnya sehingga terasa sekali betapa nyaris tak ada ruang yang tersisa dalam kehidupan kita ini kecuali ada bagian yang patut kita manfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk mendidik anak kita. Secara garis besar, penulisnya –Dr. Muhammad Muhammad Badri—telah memilah menjadi beberapa bab dalam dua jilid tebal. Saya sangat berharap agar terjemahan buku ini dapat diterbitkan dalam dua atau tiga edisi sebagai ikhtiar untuk memaksimalkan manfaatnya. Selain penerbitan sesuai edisi aslinya, yakni dua jilid tebal, buku ini sebaiknya juga terbit dalam kemasan yang lebih ringkas sehingga memudahkan orang untuk membaca dimana saja. Ini serupa dengan langkah yang saya tempuh pada buku saya trilogy Kupinang Engkau dengan Hamdalah. Selain terbit dalam tiga jilid terpisah, yakni Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Mencapai Pernikahan Barakah & Disebabkan Oleh Cinta, trilogi tersebut juga terbit dalam satu jilid utuh berjudul Kado Pernikahan untuk Istriku. Langkah ini memudahkan bagi para pembaca dengan kebutuhan berbeda-beda untuk mengambil manfaat dari buku tersebut.

Kembali berbincang tentang buku Human Touch karya Dr. Muhammad Muhammad Badri. Ada nasehat penting di jilid 2 buku ini. Kata Dr. Muhammad Muhammad Badri, "Cintailah anak-anak Anda dengan cinta yang nyata; tunjukkan kesalahan mereka dengan lembut dan santun; bersabarlah dalam menghadapi perilaku mereka; bersikaplah sesekali seakan-akan Anda mengabaikan kesalahan mereka; jadikanlah diri Anda sebagai teladan bagi mereka; gunakanlah cara dan metode yang tepat dalam melakukan itu. Gunakan bahasa cinta dan kasih-sayang."

Ungkapan ringkas ini mengingatkan kepada kita, yakni keharusan mencintai anak-anak dengan cinta yang nyata. Banyak orangtua datang konsultasi kepada saya bermula dari tidak adanya perasaan dicintai pada diri anak. Orangtua merasa sudah tidak kurang-kurang dalam mengasuh anak, tetapi anak merasa orangtua tak peduli kepadanya. Orangtua merasa mencintai anaknya, tetapi anak tak melihat dan merasakan cinta itu secara nyata. Meski tak sedikit orangtua yang harus disadarkan betapa mereka belum mencintai anaknya dengan sungguh-sungguh. Masalahnya, bagaimana menunjukkan kepada anak agar mereka tak menganggap kita hanya bicara, melainkan lebih penting lagi mereka merasakan dan yakin bahwa kita mencintai mereka? Inilah sisi menarik buku Human Touch.

Ungkapan ringkas yang saya kutip tadi menarik untuk kita renungkan. Sebagai kata bijak, nasehat Dr. Muhammad Muhammad Badri tersebut sangat mengena. Tetapi jika kita buka lagi lembaran-lembaran sebelumnya maupun sesudahnya dari buku ini, nasehat tersebut sesungguhnya merupakan ringkasan. Melalui buku ini, ia mengajak kepada kita memahami cara dan sekaligus menuntun kita untuk mampu menggunakan metode yang tepat dalam mencintai anak secara nyata, meluruskan kesalahan dengan lembut dan santun dan mengendalikan diri agar mampu menghadapi berbagai kesalahan perilaku anak seraya meluruskannya dengan cara yang tepat.

Cinta kepada anak akan melahirkan penerimaan yang tulus terhadap mereka. Ini merupakan bekal sebagai orangtua agar dapat berlapang dada menerima mereka. Tetapi ini sekaigus dapat menggelincirkan kita untuk membiarkan kesalahan mereka. Betapa banyak anak yang akhirnya harusnya menghadapi masalah besar dalam kehidupannya bersebab hilangnya ketegasan orangtua. Mereka tidak tega mengambil tindakan karena rasa cintanya kepada anak dibiarkan menguasai tanpa kendali. Atau sebaliknya, karena ingin bersikap tegas, maka hilanglah kelembutan dalam bertutur dan bersikap. Alih-alih mau meluruskan kesalahan anak, kita justru bersikap sangat kasar. Na'udzubillahi min dzaalik. Semoga Allah Ta'ala ampuni saya atas bertumpuknya kesalahan dalam mengasuh anak-anak yang Allah Ta'ala amanahkan kepada saya. Semoga Allah Ta'ala ampuni kita semua.

Tentang meluruskan kesalahan anak, Dr. Muhammad Muhammad Badri mengingatkan, "Kita memulai dengan member tahu anak sisi-sisi negatif perilaku itu, lalu mengajaknya berdiskusi sewaktu ia tenang, santai dan antusias. Kita memulai dialog dengan pujian terhadap budi pekertinya yang pantas dipuji."

"Ketika mereka berbuat salah," kata Dr. Muhammad Muhammad Badri, "kita beri mereka kesempatan untuk mendengar tentang perbuatan mereka dengan tenang dan mencerahkan. Sebab, mungkin saja mereka tidak mengetahui dampak negatif dari kesalahan mereka, ataupun dampak positif dari tindakan yang benarm lantaran kita belum pernah member tahunya. Semestinya, kita mencela diri kita sendiri; itu baru adil namanya."

Inilah yang perlu kita renungkan. Betapa mudah mencela anak, dan betapa sulit mencela diri sendiri. Padahal awalnya diri sendiri. Di buku ini, terasa sekali betapa pentingnya membenahi diri sendiri sebagai bekal untuk mengasuh dan mendidik anak, termasuk dalam meluruskan kesalahan maupun menumbuhkan ketaatan anak kepada orangtua. Begitu pun tatkala kita ingin memotivasi anak.

Mari kita simak bagian lain buku ini. Bacalah dengan seksama nasehat indah berikut ini, "Tentu saja untuk dapat member motivasi yang baik kepada anaknya, seorang ibu harus terlebih dulu mengetahui cara mengendalikan dirinya sendiri agar motivasi yang disampaikan kepada anak tidak berubah menjadi pelampiasan marah. Lagi pula, ketika memberi semangat atau dorongan kepada anak, seorang ibu harus menyadari sepenuhnya akan masa depan si anak karena setiap umpatan dan amarah yang ditumpahkan kepada anak hanya menumbuhsuburkan sikap membangkang, keras kepala, nakal, dengkiri, dan sebagainya. Bukan hanya itu, amarah orangtua juga mengubur kecenderungan anak untuk bersikap berani dan kreatif. Bahkan terkadang akibat amarah orangtua terhadap anak jauh lebih pahit dari yang kita bayangkan."

Kemampuan memotivasi anak dengan motivasi yang benar; motivasi yang semakin menguatkan keyakinannya kepada Allah Ta'ala dan terbebas dari kesyirikan, sangat penting untuk kita miliki bukan hanya untuk memacu mereka agar bersungguh-sungguh dalam kebaikan. Motivasi juga perlu kita berikan untuk menguatkan hati mereka menerima kritik. Kata Dr. Muhammad Muhammad Badri, "Ketika menyampaikan kritik kepada anak, hendaklah Anda menyandingkannya dengan pemberian motivasi sambil terus menanamkan harapan ketika datang masa sulit."

"Contohnya," katanya lebih lanjut, "adalah penting untuk meyakinkan anak bahwa nilai yang buruk dalam ujian tidak identik dengan kegagalan atau kekalahan yang tidak terampuni. Nilai buruk hanyalah sebuah pertanda buruk sehingga ia harus dihadapi dengan upaya sungguh-sungguh untuk meraih nilai yang lebih baik."

Selain motivasi, kita juga perlu memberi mereka inspirasi. Salah satu cara menginspirasi yang baik adalah menuturkan kisah kepada mereka. Melalui cara ini, kita berusaha menanamkan nilai-nilai kepada mereka. Kita mengajarkan din al-Islam ini melalui cerita, menyampaikan pertanyaan yang mengena, mengilustrasikan dengan gambar atau diagram dan berbagai cara lain yang memiliki pijakan syar'i. Nah, inilah yang perlu kita pelajari dari buku ini.

Pembahasan lain yang rasanya tak boleh kita lewatkan dari buku Human Touch adalah bagian II jilid 2 yang bertajuk: Jika Anda Ingin Dipatuhi. Sebagaimana tercermin dari judulnya, bagian ini mengajak kita menggali apa saja yang kita perhatikan agar anak-anak patuh kepada kita. Kita perlu bersungguh-sungguh mempelajari bagian ini, bukan terutama agar kita dapat menjadi orangtua efektif. Ada hal lebih penting lagi, yakni bagaimana mengantarkan anak dan menjaga mereka agar berada di jalan yang benar; jalan yang Allah Ta'ala ridhai dan tidak menjatuhkan mereka dalam kedurhakaan sehingga Allah Ta'ala murka kepada mereka.

Terakhir, tampaknya sepele tapi sungguh ia merupakan perkara yang sangat penting dalam agama ini adalah do'a. Sebaik apa pun kita mendidik anak, ada yang tak dapat kita abaikan, yakni ketulusan dan kesungguhan memohon pertolongan, penjagaan dan perlindungan Allah 'Azza wa Jalla dari segala keburukan, yang tampak maupun tak tampak. Sungguh, tiada daya dan upaya selain semata-mata karena Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. Sungguh, Dia yang menggenggam hati manusia sebagaimana Dia mengggenggam seluruh yang ada di alam semesta ini. 

Seyakin apa pun kita terhadap upaya kita, kita tetap tidak sanggup menggenggam hidup kita sendiri. Lebih-lebih kehidupan anak-anak kita, cucu kita dan keturunan kita berikutnya. Maka kepada Allah 'Azza wa Jalla kita sungkurkan kening, mengakui kehinaan diri dan memohon dengan penuh pinta kepada-Nya.

Demikianlah. Semoga buku ini menjadi kebaikan bagi yang menulis,menerjemah, menerbitkan maupun yang membaca. Semoga Allah Ta'ala jadikan kita dan keturunan kita seluruhnya termasuk golongan orang-orang beriman; golongan yang Allah Ta'ala berikan sebaik-baik perlindungan di Yaumil-Qiyamah. Allahumma amin. (Mohammad Fauzil Adhim)

Friday, January 25, 2013

Petunjuk Keamanan Firewall Apa itu firewall?

(TEKAJE) Firewall melindungi infrastruktur jaringan private anda dari jaringan diluarnya atau Jaringan public dari segala macam serangan jaringan dari jaringan public. Jaringan-2 juga harus dibedakan berdasarkan segmen jaringan jika perlu memberikan system keamanan yang berbeda terhadap suatu boundary segmen jaringan.

Tidak melindungi ancaman internal

Suatu firewall adalah suatu system yang mengendalikan aliran traffic antar jaringan dan memberikan suatu mekanisma untuk melindungi host terhadap ancaman keamanan jaringan. Perlu dicatat bahwa firewall tidak dapat mengendalikan dan melindungi terhadap traffic yang tidak mengalir melalui gerbang keamanan (missal modem dial-up akan mem-bypass semua firewall), ataupun serangan yang berasal dari dalam jaringan private anda bahkan dari authorized user sendiri.

firewall menurut rule yang diterapkan

Firewall yach firewall dimana keamanan tergantung kebijakan keamanan yang diterapkan terhadapnya (berdasarkan rule firewall). Karena jumlah dan varitas dari perkembangan ancaman-2 dan titik-2 lemah keamanan begitu gampangnya didistribusikan ke Internet, firewall tidak pernah bisa melakukan proteksi 100% terhadap segala kemungkinan ancaman, makanya diperlukan suatu standard keamanan firewall dalam melindungi jaringan infrastruktur dalam organisasi anda.

Standard keamanan firewall

Melingkupi apa saja standard keamanan firewall itu? Berikut adalah ringkasan dari standard keamanan firewall yang perlu diterapkan dalam suatu infrastruktur jaringan.

1. Topology Firewall

Keamanan firewall seharusnya mencakup penggunaan firewall yang tepat, yaitu topology dan policy keamanan firewall. Pemilihan topology ini menjadi bersifat kritis dalam memastikan keamanan terhadap ancaman keamanan jaringan.
  • Suatu firewall yang aman harus digunakan untuk memberikan pelindungan terhadap ancaman-2 dari luar – public Internet (atau disebut jaringan un-trusted).
  • Jaringan yang memerlukan boundary kemanan khusus haruslah dalam segmen khusus.
baca lebih detail.

2. Kebutuhan fungsional firewall

Firewall pada korporasi haruslah mengikuti standard minimum tertentu suatu keamanan firewall yang telah digariskan oleh korporasi. Hal ini merupakan suatu kebutuhan untuk memastikan bahwa asset internal suatu corporate terlindungi dengan konfigurasi firewall yang tepat. Standard keamanan minimum haruslah mendefinisikan kebutuhan fungsional dari firewall yang digunakan pada jaringan corporate.

3. Konfigurasi firewall default

Firewall yang menghadap langsung kepada jaringan Internet secara default haruslah mencegah semua traffic yang tidak secara spesifik diijinkan lewat oleh aturan kebijakan keamanan yang diterapkan pada firewall. Hal ini untuk memastikan bahwa keamanan maksimum jaringan di terapkan terhadap jaringan-2 un-trusted dan tidak authorized.

4. Internal firewall

Pemakaian internal firewall didalam jaringan internal corporate tidak dianjurkan. Jika perlu pemakaian firewall internal, maka haruslah konfigurasinya tidak sampai menghalangi layanan-2 dan aplikasi inti dari corporate seperti layanan Active directory corporate, email system, dan layanan domain name system yang mana dianggap sebagai layana-2 yang kritis dari operasi jaringan korporasi secara global.

5. External firewall

Standard keamanan firewall tentang pemakaian firewall yang menghadap langsung ke jaringan Internet haruslah di configure sedemikian rupa untuk melindungi jaringan internal corporate dari segala macam ancaman keamanan jaringan. Hal ini meliputi semua firewall yang menghadap langsung kepada internet.
baca lebih detail

6. Auditing dan logging firewall

Salah satu tugas yang sangat penting untuk dilakukan adalah melakukan audit secara regular. Hal ini untuk memastikan bahwa firewall melaksanakan tugasnya untuk melindungi keamanan jaringan dan tidak terjadi suatu kompromi keamanan. Tugas auditing ini haruslah dilakukan oleh tenaga yang ahli dalam bidang keamanan jaringan yang juga termasuk analisa platform firewall dan atuyang diconfigure didalamnya, dan alert serta logging berdasarkan ukuran-2 keamanan. Firewall logging juga sangat penting untuk menentukan keamanan system firewall dan asset yang dilindunginya. Semua kegiatan yang dianggap mencurigakan haruslah di log begitu juga manajemen konfigurasi firewall, untuk membantu identifikasi dari percobaan akses orang-2 yang tidak authorized. Logging ini juga haruslah dibackup secara rutin.

7. Contingency planning

Standard keamanan firewall untuk rencana kemungkinan terburuk terjadi (atau lazim disebut contingency planning) haruslah dipersiapkan dengan cara memikirkan procedure response dan action yang harus diambil jika terjadi berbagai event yang berhubungan dengan keamanan firewall. Event-2 ini bisa meliputi kompromi system/host, serangan keamanan, tidak berfungsinya system, dan juga terjadinya power supply mati.

8. Firewall access privileges (hak akses firewall)

Hak untuk memodifikasi konfigurasi firewall (rule base) haruslah dibatasi hanya kepada personel yang ahli dalam bidang keamanan jaringan yang authorized saja. Semua firewall haruslah di kelola oleh setidaknya 2 orang ahli dibidang keamanan jaringan yang telah mendapatkan training yang mencukupi dan berkompeten dalam bidangnya dalam memanage system firewall dan mempunyai pemahaman masalah jaringan dan keamanan jaringan dengan sangat kuat.

9. System Management Jaringan Firewall

System firewall haruslah dikonfigurasi sehingga dia menjadi bisa dilihat oleh system managemen jaringan internal. Hal ini adalah persyaratan sehingga alert managemen jaringan dan keamanan dan pelaporan dapat diakses dan diberikan action tepat waktu.

10. Dedicated firewall

Firewall haruslah di mesin tersendiri dan dengan system keamanan yang diperkuat. Karena sifat keamanan dari firewall, server firewall haruslah tidak boleh difungsikan untuk applikasi alternative lainnya seperti server Web system Email, print server dan lainnya.

11. Firewall changed control

Suatu system firewall haruslah mengikuti prinsip perijinan persetujuan dalam manajemen perubahan. Hal ini berhubungan dengan hardware, software, dan perubahan konfigurasi pada firewall.
Petunjuk ini adalah sebuah contoh standard tentang keamanan firewall yang sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan dalam menjaga dan melindungi system infrastructure jaringan dalam organisasi anda.(Ki Girsing, www.sysneta.com)

Catatan Tentang Bermain

Adigium yang acap kali digunakan dalam pembelajaran anak usia dini adalah: “Bermain Sambil Belajar “
Kaidah bermain haruslah menjadi titik bahas khusus, karena setiap permainan tidak selalu berkonsekuensi pada pembelajaran, ada kemungkinan permainan justru membuat habit (perilaku) jelek pada diri anak. Berikut beberapa terminologi yang dapat digunakan oleh seorang-orang yang aktif pada ranah pembinaan anak usia dini terkait dengan perimainan.

Ciri-ciri bermain:
  • Memiliki kualitas pura-pura
  • Memiliki motivasi intrinsic
  • Lebih menekankan proses di banding hasil akhir
  • Bebas memilih
  • Diwarnai emosi positif
Tujuh syarat bermain:
  • Harus mengembangkan seluruh aspek anak
  • Seimbang antara bermain out door- indoor
  • Mainan tak membedakan jenis kelamin
  • Sesuai dengan usia
  • Ruang aman dan nyaman
  • Mainan harus aman
  • Ada orang tua yang terlibat
Mainan harus aman:
  • Tak boleh ada bagian yang mudah tertelan
  • Tak tajam dan berujung runcing
  • Catnya tak beracun [non toksin]
  • Tak menjepit
  • Tak menimbulkan api

Ragam stimulasi yang diharapkan dari mainan:
  • Stimulasi Fisik
  • Stimulasi Kognisi
  • Stimulasi Motorik
  • Stimulasi Sosial
  • Stimulasi Emosi

Manfaat jika anak bermain balok:
  • Motorik halus anak makin terlatih
  • Daya imajinasi makin berkembang
  • Mengenal konsep warna, bentuk, dan tekstur, juga konsep besar-kecil, atas bawah
  • Memahami konsep keteraturan/urutan
  • Melatih kesabaran anak

Manfaat jika anak bermain puzzle:
Anak yang kemampuan visualnya tinggi, bisa dengan mudah menyusun potongan-potongan puzzle menjadi gambar yang utuh

Manfaat jika anak Meronce
  • Mengembangkan ketrampilan motorik halus
  • Melatik konsentrasi
  • Belajar mengelompokkan bentuk, warna dan Jenis
  • Mengasah kreativitas dengan kemampuan mengkombinasi

Manfaat jika anak bermain Bentuk dan Warna
Memperkenalkan berbagai bentuk akan mempermudah anak untuk memahami lingkungannya. Misal : “nak tolong ambilkan gelas di atas meja bundar di kamar Ibu”

Biarkan Mereka Bebas Bertanya

(SMKNH) Suka bertanya merupakan kredit poin bagi anak, yang akan mendidiknya menjadi pintar kelak

Ermi (bukan nama sebenarnya) sebenarnya anak yang mungil dan lucu. Rambut ikalnya yang selalu dikucir dua bergoyang-goyang setiap kali ia menggerak-gerakkan kepala. Bibirnya tek henti mengoceh dan tertawa diiringi mimik wajah menggemaskan.

Seperti juga saat itu, ketika Erni diajak ibunya bertamu ke rumah tetangga. Gadis kecil tiga tahunan itu tak mau duduk diam di kursi tamu. Ia terus berputar-putar sekeliling ruangan dan terus bertanya. Hampir setiap benda yang belum pernah dilihat, ia perhatikan akhirnya telontar pertanyaan, ini apa, bu?

Sekali dua kali, ibunya menyempatkan menjawab di sela-sela keasyikannya mengobrol. Tetapi pertanyaan Erni terus-menerus berulang untuk hampir setiap hiasan yang ada di ruangan tamu. Ini apa? Itu apa? Ini kok begini? Dan terus diulangnya. Ibu Erni tak lagi memperhatikan anaknya. Dibiarkannya Erni terus berceloteh sendiri, mengulang-ngulang kalimat pertanyaan tanpa ada jawaban.

Hingga akhirnya ibu pun membentak,”Sudah Erni…diam.Tak boleh bertanya-tanya terus begitu!” Kali ini Erni pun terdiam, dengan wajah ketakutan. Dan selanjutnya ia pun melamun melihat ke arah luar. Seseorang datang memasuki rumah dengan membawa alat pancing di tangan. Tentu saja Erni tertarik. Diperhatikannya benda aneh di tangan orang yang kini sedang berbasa basi dengan ibunya itu. Ibu yang sudah melihat gelagat dari tingah Erni segera berkata,”Ayo Erni, tidak usah banyak tanya. Itu tak baik.”
Erni Cuma diam dan kembali ke tempatnya semula dengan kesal. Ia semakin kesal saja sewaktu ibunya berkata kepada tuan rumah,”Maaf lho bu, anak saya ini memang nakal dan banyak sekali ngocehnya.”
Kalau Anda tanya mengapa ibu Erni melarang anaknya bertanya-tanya tentu akan menjawab,”Nanti kan memalukan. Bertamu kok terus tanya ini dan itu.” Tidak enak didengar dan tidak sopan.”

Setujukah Anda dengan pendapat ini? Seharusnya tidak. Tindakan ini jelas mematikan rasa ingin tahu anak. Coba saja lihat. Erni yang semula selalu tertarik memperhatikan barang baru, beberapa bulan setelah itu menjadi anak yang pasif. Tak peduli lagi pada situasi di sekitarnya walau kepadanya ditunjukkan barang aneh yang belum dikenalnya. Tindakan ibu yang selalu mencela kebiasaannya bertanya rupanya telah membuat Erni kehilangan gairah untuk bertanya dan bahkan memadamkan rasa ingin tahunya.

Orang yang mengerti dunia anak, semestinya tak perlu malu hanya karena anaknya suka bertanya ini dan itu. Itu peristiwa biasa dan wajar. Justru kita harus khawatir tatkala anak kita hanya duduk diam, menunduk dan memainkan ujung bajunya jika diajak ke tempat baru. Itu pertanda anak merasa tak punya keinginan untuk tahu lebih banyak.

Justru ini yang disebut kelemahan anak, kalau anak sesekali bertanya ini dan itu, bukan sebuah kejanggalan. Dan kalau anak sangat aktif bertanya seperti halnya Erni, tidak juga harus kita redam ingin tahunya itu. Bahkan anak seperti inilah yang punya kans untuk menjadi lebih pintar, karena begitu besar rasa ingin tahunya.

Kalau ibu Erni merasa kebiasaan bertanya seperti itu memalukan dan tidak sopan, semestinya hal itu dirundingkan dulu dengan Erni sebelum berangkat. Mengajak Erni berbicara baik-baik untuk mau mengerti, bahwa jika bertamu harus sopan, karena terus-menerus bertanya akan mengganggu pembicaraan dengan tuan rumah. Ibu bisa menjanjikan untuk menampung pertanyaan Erni kelak jika sudah usia bertamu.
Mengapa harus malu karena anak sering bertanya? Seharusnya Adan malah bangga dan bersyukur.Orang bisa pintar karena mempunyai rasa ingin tahu besar yang terpupuk sedari kecil. Kelak mereka akan aktif belajar tanpa harus diperintah.

Memupuk rasa ingin tahu anak, memang bukan hal yang mudah. Tak jarang seorang ibu yang sedang sibuk bekerja di rumah merasa terganggu karena seribu satu macam pertanyaan yang diajukan anaknya. Akhirnya si ibu hanya menjawab sekenanya saja. Barangkali Cuma diam dan berkata, “Tak tahu ya…” atau bahkan membentak menyuruh anak menutup mulut.
Jelas tindakan ini salah. Jika kita mau punya anak, kita harus mau direpoti. Tak ada salahnya kita tetap memberi perhatian kepada nak ketika sibuk bekerja. Sambil memasak kita harus meluangkan waktu untuk tetap menjawab pertanyaan mereka. Sambil membersihkan rumah toh bisa juga terus mengobrol dengan mereka.

Memang dibutuhkan kesabaran tinggi. Dalam menjawab pun kita harus menunjukkan perhatian. Mimik muka penuh perhatian dan jawaban dengan nada bersungguh-sungguh.
Ibu tidak memberikan jawaban panjang. Apalagi yang berbelit dengan bahasa yang sulit dimengerti anak. Cukup dengan jawaban pendek dan disesuaikan dengan pemahaman anak. Dan tentu saja tidak boleh sembarangan. Harus dengan jawaban yang benar. Kalau orang tua tidak tahu apa jawaban yang benar tak usahlah coba berbohong. Lebih baik katakan tak tahu dan cobalah untuk menerangkan di lain waktu bila jawaban sudah didapat.

Suatu saat Rida bertanya pada ibunya,”Bu, hujan itu turun dari mana?” Ibu pun menjawab,”Dari langit.” Kembali Rida melanjutkan,”Memangnya di langit ada air?” Ibu memberikan jawaban,”Ya sekumpulan air di langit namanya awan.” Merasa penasaran Rida terus mengajutkan pertanyaan,”Mengapa tak pernah ada hujan uang atau jajan, bu?”

Sambil tertawa ibu pun berkata dengan sabar,”Tentu saja, di langit hanya ada udara dan awan. Tak ada uang atau jajan sama sekali.”

Nah, jawaban ibu kepada Rida pendek dan tidak berbelit-belit, bukan? Penjelasan ibu akan memuaskan hati anak dan bisa tertangkap oleh kemampuannya berpikir. Lain halnya ketika Beni bertanya kepada ayahnya tentang apa sebenarnya guruh dan petir itu. Spontan ayah memberi jawaban,”Ada raksasa sedang marah di langit. Kilat itu cahaya dari kapak raksasa yang ditebaskan dan suaranya yang keras dinamakan guruh.”
Jawaban semacam ini tentu tak bermanfaat. Mungkin saja Beni puas dengan keterangan itu tetapi pemahaman keliru jelas tak menambah perbedaharaan pengetahuannya. Bukankah lebih baik dijelaskan sedikit,”Jika awan yang satu bertabrakan dengan awan yang lain, awan itu akan meledak. Cahaya ledakan itu disebut kilat dan suara yang terdengar disebut guruh.”

Ketika anak masih terus merongrong dengan pertanyaan membingungkan seperti tanya Rida,”Lho, awan itu kan air, kok bisa meledak, bu?” dan ibu kebingungan mencari jawaban, sementara ibu bisa berhenti. Lebih baik dikatakan,”Iya ya, air kok bisa meledak. Ibu tak tahu. Coba kapan-kapan ibu tanya pada bapak dulu ya.”

Setelah memikirkan jawaban yang pantas, di lain waktu ibu menerangkan,”Air di langit tak sama di bumi.” Air yang di langit mengandung listrik. Jadi kalau bersenggolan bisa meledak. Seperti kawat listriknya bapak itu lho Rid.”

Apa sih faedahnya memberi jawaban secara tepat? Toh Beni sudah puas dengan jawaban ayahnya tentang raksasa itu, begitu mungkin pendapat Anda. Memang, anak sudah cukup puas mendapat sebuah keterangan dan kepuasan ini sangat berarti bagi dirinya. Tetapi bukankah ada alternatif yang lebih baik?
Lihat saja Rida. Selain puas mendapat jawaban ia pun memperoleh tambahan pengetahuan. Apakah Anda mengira pengetahuan seperti ini hanya sia-sia bagi anak usia 3-4 tahun seperti Rida?

Sekilas anak-anak itu seperti bodoh dan tak tahu apa-apa tentang alam beserta kehidupannya. Tetapi mereka sebenarnya memiliki daya tangkap dan daya ingat jauh lebih hebat dari perkiraan kita. Dari sekian banyak tanya yang mereka ajukan dalam sehari, pasti ada yang masuk dan direkam baik-baik dalam otaknya.

Tidak seperti banyak diduga orang, anak balita (di bawah lima tahun) sebenarnya memiliki kemampuan menangkap pengetahuan dan menghafalnya dengan hebat. Wajar saja, karena otak mereka belum pernah dipergunakan untuk memikirkan hal-hal lain.

Yang dikhawatirkan justru jika seorang anak begitu pendiam dan tak terangsang dengan adanya benda baru. Tak ada keinginan pula untuk bertanya. Kepada anak pasif ini orang tua harus berinisiatif membangkitkan rasa ingin tahunya.

Ibu bisa memulai pertanyaan misalnya,”Ayo Adi, mengapa burung bisa terbang, kamu kok tidak!?” Atau dengan umpan lain,”Adi sayang sama nenek, kan. Kenapa nenek bisa mati, Di?”
Dengan pertanyaan menarik seperti ini, bukan tidak mungkin anak akan terangsang untuk kemudian menanyakan segala sesuatu. Semakin sering orang tua memancing dengan berbagai pertanyaan menarik, tentu anak akan meniru tindakan orang tua.

Memang bukan pekerjaan mudah bagi orang tua, khususnya ibu. Diperlukan kesabaran dan ketelatenan tingkat wahid untuk bisa melayani keberondongan tanda tanya anak-anak dengan baik. Ibu harus bisa menekan emosinya demi anak. Tentu ini lebih afdhal dilakukan oleh ibu yang tidak sering keluar rumah, untuk bekerja misalnya. Karena bagi kebanyakan ibu pekerja, walaupun mereka mempunyai sisa waktu untuk anak-anak di rumah, ketenangan jiwa mereka seringkali terusik oleh urusan pekerjaan yang membuat emosi relatif lebih labil.[]