Maulidur Rosul 1434 H

Bulan Kelahiran Nabi Muhammad saw. hadir di antara kita. Tanpa adanya Nabi Muhammad saw. tidak ada Al-Qur'an, tidak ada shalat, tidak ada hari Raya Idul fitri...Sudah sepantasnya kita berterimakasih kepada Beliau. Peringatan Maulidur Rosul hendaknya memperhatikan syara'.

Menghalalkan Segala Cara

Catherine Venusto, ia terbukti telah menyusup ke dalam jaringan komputer sekolah Northwestern Lehigh dan mengubah nilai putrinya dengan menambahkan status 'pengecualian medis'. Selain itu, pelaku juga mengubah nilai putranya dari 98% menjadi 99%.

Kevin Mitnick, Sang Legenda

Kevin Mitnick adalah hacker pertama yang wajahnya terpampang dalam poster “FBI Most Wanted”.Kevin juga seorang “Master of Deception”.

Computer Cluster

Proses menghubungkan beberapa komputer agar dapat bekerja seperti itu dinamakan dengan Clustering. Salah satu sistem operasi yang mendukung sistem cluster adalah Linux.

Kevin Poulsen a.k.a Dark Dante

Poulsen adalah seorang penjahat cyber paling terkenal di Amerika yang pernah ada. Untuk menjadi seorang peretas, Poulsen belajar sendiri secara otodidak.

Friday, January 25, 2013

Petunjuk Keamanan Firewall Apa itu firewall?

(TEKAJE) Firewall melindungi infrastruktur jaringan private anda dari jaringan diluarnya atau Jaringan public dari segala macam serangan jaringan dari jaringan public. Jaringan-2 juga harus dibedakan berdasarkan segmen jaringan jika perlu memberikan system keamanan yang berbeda terhadap suatu boundary segmen jaringan.

Tidak melindungi ancaman internal

Suatu firewall adalah suatu system yang mengendalikan aliran traffic antar jaringan dan memberikan suatu mekanisma untuk melindungi host terhadap ancaman keamanan jaringan. Perlu dicatat bahwa firewall tidak dapat mengendalikan dan melindungi terhadap traffic yang tidak mengalir melalui gerbang keamanan (missal modem dial-up akan mem-bypass semua firewall), ataupun serangan yang berasal dari dalam jaringan private anda bahkan dari authorized user sendiri.

firewall menurut rule yang diterapkan

Firewall yach firewall dimana keamanan tergantung kebijakan keamanan yang diterapkan terhadapnya (berdasarkan rule firewall). Karena jumlah dan varitas dari perkembangan ancaman-2 dan titik-2 lemah keamanan begitu gampangnya didistribusikan ke Internet, firewall tidak pernah bisa melakukan proteksi 100% terhadap segala kemungkinan ancaman, makanya diperlukan suatu standard keamanan firewall dalam melindungi jaringan infrastruktur dalam organisasi anda.

Standard keamanan firewall

Melingkupi apa saja standard keamanan firewall itu? Berikut adalah ringkasan dari standard keamanan firewall yang perlu diterapkan dalam suatu infrastruktur jaringan.

1. Topology Firewall

Keamanan firewall seharusnya mencakup penggunaan firewall yang tepat, yaitu topology dan policy keamanan firewall. Pemilihan topology ini menjadi bersifat kritis dalam memastikan keamanan terhadap ancaman keamanan jaringan.
  • Suatu firewall yang aman harus digunakan untuk memberikan pelindungan terhadap ancaman-2 dari luar – public Internet (atau disebut jaringan un-trusted).
  • Jaringan yang memerlukan boundary kemanan khusus haruslah dalam segmen khusus.
baca lebih detail.

2. Kebutuhan fungsional firewall

Firewall pada korporasi haruslah mengikuti standard minimum tertentu suatu keamanan firewall yang telah digariskan oleh korporasi. Hal ini merupakan suatu kebutuhan untuk memastikan bahwa asset internal suatu corporate terlindungi dengan konfigurasi firewall yang tepat. Standard keamanan minimum haruslah mendefinisikan kebutuhan fungsional dari firewall yang digunakan pada jaringan corporate.

3. Konfigurasi firewall default

Firewall yang menghadap langsung kepada jaringan Internet secara default haruslah mencegah semua traffic yang tidak secara spesifik diijinkan lewat oleh aturan kebijakan keamanan yang diterapkan pada firewall. Hal ini untuk memastikan bahwa keamanan maksimum jaringan di terapkan terhadap jaringan-2 un-trusted dan tidak authorized.

4. Internal firewall

Pemakaian internal firewall didalam jaringan internal corporate tidak dianjurkan. Jika perlu pemakaian firewall internal, maka haruslah konfigurasinya tidak sampai menghalangi layanan-2 dan aplikasi inti dari corporate seperti layanan Active directory corporate, email system, dan layanan domain name system yang mana dianggap sebagai layana-2 yang kritis dari operasi jaringan korporasi secara global.

5. External firewall

Standard keamanan firewall tentang pemakaian firewall yang menghadap langsung ke jaringan Internet haruslah di configure sedemikian rupa untuk melindungi jaringan internal corporate dari segala macam ancaman keamanan jaringan. Hal ini meliputi semua firewall yang menghadap langsung kepada internet.
baca lebih detail

6. Auditing dan logging firewall

Salah satu tugas yang sangat penting untuk dilakukan adalah melakukan audit secara regular. Hal ini untuk memastikan bahwa firewall melaksanakan tugasnya untuk melindungi keamanan jaringan dan tidak terjadi suatu kompromi keamanan. Tugas auditing ini haruslah dilakukan oleh tenaga yang ahli dalam bidang keamanan jaringan yang juga termasuk analisa platform firewall dan atuyang diconfigure didalamnya, dan alert serta logging berdasarkan ukuran-2 keamanan. Firewall logging juga sangat penting untuk menentukan keamanan system firewall dan asset yang dilindunginya. Semua kegiatan yang dianggap mencurigakan haruslah di log begitu juga manajemen konfigurasi firewall, untuk membantu identifikasi dari percobaan akses orang-2 yang tidak authorized. Logging ini juga haruslah dibackup secara rutin.

7. Contingency planning

Standard keamanan firewall untuk rencana kemungkinan terburuk terjadi (atau lazim disebut contingency planning) haruslah dipersiapkan dengan cara memikirkan procedure response dan action yang harus diambil jika terjadi berbagai event yang berhubungan dengan keamanan firewall. Event-2 ini bisa meliputi kompromi system/host, serangan keamanan, tidak berfungsinya system, dan juga terjadinya power supply mati.

8. Firewall access privileges (hak akses firewall)

Hak untuk memodifikasi konfigurasi firewall (rule base) haruslah dibatasi hanya kepada personel yang ahli dalam bidang keamanan jaringan yang authorized saja. Semua firewall haruslah di kelola oleh setidaknya 2 orang ahli dibidang keamanan jaringan yang telah mendapatkan training yang mencukupi dan berkompeten dalam bidangnya dalam memanage system firewall dan mempunyai pemahaman masalah jaringan dan keamanan jaringan dengan sangat kuat.

9. System Management Jaringan Firewall

System firewall haruslah dikonfigurasi sehingga dia menjadi bisa dilihat oleh system managemen jaringan internal. Hal ini adalah persyaratan sehingga alert managemen jaringan dan keamanan dan pelaporan dapat diakses dan diberikan action tepat waktu.

10. Dedicated firewall

Firewall haruslah di mesin tersendiri dan dengan system keamanan yang diperkuat. Karena sifat keamanan dari firewall, server firewall haruslah tidak boleh difungsikan untuk applikasi alternative lainnya seperti server Web system Email, print server dan lainnya.

11. Firewall changed control

Suatu system firewall haruslah mengikuti prinsip perijinan persetujuan dalam manajemen perubahan. Hal ini berhubungan dengan hardware, software, dan perubahan konfigurasi pada firewall.
Petunjuk ini adalah sebuah contoh standard tentang keamanan firewall yang sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan dalam menjaga dan melindungi system infrastructure jaringan dalam organisasi anda.(Ki Girsing, www.sysneta.com)

Catatan Tentang Bermain

Adigium yang acap kali digunakan dalam pembelajaran anak usia dini adalah: “Bermain Sambil Belajar “
Kaidah bermain haruslah menjadi titik bahas khusus, karena setiap permainan tidak selalu berkonsekuensi pada pembelajaran, ada kemungkinan permainan justru membuat habit (perilaku) jelek pada diri anak. Berikut beberapa terminologi yang dapat digunakan oleh seorang-orang yang aktif pada ranah pembinaan anak usia dini terkait dengan perimainan.

Ciri-ciri bermain:
  • Memiliki kualitas pura-pura
  • Memiliki motivasi intrinsic
  • Lebih menekankan proses di banding hasil akhir
  • Bebas memilih
  • Diwarnai emosi positif
Tujuh syarat bermain:
  • Harus mengembangkan seluruh aspek anak
  • Seimbang antara bermain out door- indoor
  • Mainan tak membedakan jenis kelamin
  • Sesuai dengan usia
  • Ruang aman dan nyaman
  • Mainan harus aman
  • Ada orang tua yang terlibat
Mainan harus aman:
  • Tak boleh ada bagian yang mudah tertelan
  • Tak tajam dan berujung runcing
  • Catnya tak beracun [non toksin]
  • Tak menjepit
  • Tak menimbulkan api

Ragam stimulasi yang diharapkan dari mainan:
  • Stimulasi Fisik
  • Stimulasi Kognisi
  • Stimulasi Motorik
  • Stimulasi Sosial
  • Stimulasi Emosi

Manfaat jika anak bermain balok:
  • Motorik halus anak makin terlatih
  • Daya imajinasi makin berkembang
  • Mengenal konsep warna, bentuk, dan tekstur, juga konsep besar-kecil, atas bawah
  • Memahami konsep keteraturan/urutan
  • Melatih kesabaran anak

Manfaat jika anak bermain puzzle:
Anak yang kemampuan visualnya tinggi, bisa dengan mudah menyusun potongan-potongan puzzle menjadi gambar yang utuh

Manfaat jika anak Meronce
  • Mengembangkan ketrampilan motorik halus
  • Melatik konsentrasi
  • Belajar mengelompokkan bentuk, warna dan Jenis
  • Mengasah kreativitas dengan kemampuan mengkombinasi

Manfaat jika anak bermain Bentuk dan Warna
Memperkenalkan berbagai bentuk akan mempermudah anak untuk memahami lingkungannya. Misal : “nak tolong ambilkan gelas di atas meja bundar di kamar Ibu”

Biarkan Mereka Bebas Bertanya

(SMKNH) Suka bertanya merupakan kredit poin bagi anak, yang akan mendidiknya menjadi pintar kelak

Ermi (bukan nama sebenarnya) sebenarnya anak yang mungil dan lucu. Rambut ikalnya yang selalu dikucir dua bergoyang-goyang setiap kali ia menggerak-gerakkan kepala. Bibirnya tek henti mengoceh dan tertawa diiringi mimik wajah menggemaskan.

Seperti juga saat itu, ketika Erni diajak ibunya bertamu ke rumah tetangga. Gadis kecil tiga tahunan itu tak mau duduk diam di kursi tamu. Ia terus berputar-putar sekeliling ruangan dan terus bertanya. Hampir setiap benda yang belum pernah dilihat, ia perhatikan akhirnya telontar pertanyaan, ini apa, bu?

Sekali dua kali, ibunya menyempatkan menjawab di sela-sela keasyikannya mengobrol. Tetapi pertanyaan Erni terus-menerus berulang untuk hampir setiap hiasan yang ada di ruangan tamu. Ini apa? Itu apa? Ini kok begini? Dan terus diulangnya. Ibu Erni tak lagi memperhatikan anaknya. Dibiarkannya Erni terus berceloteh sendiri, mengulang-ngulang kalimat pertanyaan tanpa ada jawaban.

Hingga akhirnya ibu pun membentak,”Sudah Erni…diam.Tak boleh bertanya-tanya terus begitu!” Kali ini Erni pun terdiam, dengan wajah ketakutan. Dan selanjutnya ia pun melamun melihat ke arah luar. Seseorang datang memasuki rumah dengan membawa alat pancing di tangan. Tentu saja Erni tertarik. Diperhatikannya benda aneh di tangan orang yang kini sedang berbasa basi dengan ibunya itu. Ibu yang sudah melihat gelagat dari tingah Erni segera berkata,”Ayo Erni, tidak usah banyak tanya. Itu tak baik.”
Erni Cuma diam dan kembali ke tempatnya semula dengan kesal. Ia semakin kesal saja sewaktu ibunya berkata kepada tuan rumah,”Maaf lho bu, anak saya ini memang nakal dan banyak sekali ngocehnya.”
Kalau Anda tanya mengapa ibu Erni melarang anaknya bertanya-tanya tentu akan menjawab,”Nanti kan memalukan. Bertamu kok terus tanya ini dan itu.” Tidak enak didengar dan tidak sopan.”

Setujukah Anda dengan pendapat ini? Seharusnya tidak. Tindakan ini jelas mematikan rasa ingin tahu anak. Coba saja lihat. Erni yang semula selalu tertarik memperhatikan barang baru, beberapa bulan setelah itu menjadi anak yang pasif. Tak peduli lagi pada situasi di sekitarnya walau kepadanya ditunjukkan barang aneh yang belum dikenalnya. Tindakan ibu yang selalu mencela kebiasaannya bertanya rupanya telah membuat Erni kehilangan gairah untuk bertanya dan bahkan memadamkan rasa ingin tahunya.

Orang yang mengerti dunia anak, semestinya tak perlu malu hanya karena anaknya suka bertanya ini dan itu. Itu peristiwa biasa dan wajar. Justru kita harus khawatir tatkala anak kita hanya duduk diam, menunduk dan memainkan ujung bajunya jika diajak ke tempat baru. Itu pertanda anak merasa tak punya keinginan untuk tahu lebih banyak.

Justru ini yang disebut kelemahan anak, kalau anak sesekali bertanya ini dan itu, bukan sebuah kejanggalan. Dan kalau anak sangat aktif bertanya seperti halnya Erni, tidak juga harus kita redam ingin tahunya itu. Bahkan anak seperti inilah yang punya kans untuk menjadi lebih pintar, karena begitu besar rasa ingin tahunya.

Kalau ibu Erni merasa kebiasaan bertanya seperti itu memalukan dan tidak sopan, semestinya hal itu dirundingkan dulu dengan Erni sebelum berangkat. Mengajak Erni berbicara baik-baik untuk mau mengerti, bahwa jika bertamu harus sopan, karena terus-menerus bertanya akan mengganggu pembicaraan dengan tuan rumah. Ibu bisa menjanjikan untuk menampung pertanyaan Erni kelak jika sudah usia bertamu.
Mengapa harus malu karena anak sering bertanya? Seharusnya Adan malah bangga dan bersyukur.Orang bisa pintar karena mempunyai rasa ingin tahu besar yang terpupuk sedari kecil. Kelak mereka akan aktif belajar tanpa harus diperintah.

Memupuk rasa ingin tahu anak, memang bukan hal yang mudah. Tak jarang seorang ibu yang sedang sibuk bekerja di rumah merasa terganggu karena seribu satu macam pertanyaan yang diajukan anaknya. Akhirnya si ibu hanya menjawab sekenanya saja. Barangkali Cuma diam dan berkata, “Tak tahu ya…” atau bahkan membentak menyuruh anak menutup mulut.
Jelas tindakan ini salah. Jika kita mau punya anak, kita harus mau direpoti. Tak ada salahnya kita tetap memberi perhatian kepada nak ketika sibuk bekerja. Sambil memasak kita harus meluangkan waktu untuk tetap menjawab pertanyaan mereka. Sambil membersihkan rumah toh bisa juga terus mengobrol dengan mereka.

Memang dibutuhkan kesabaran tinggi. Dalam menjawab pun kita harus menunjukkan perhatian. Mimik muka penuh perhatian dan jawaban dengan nada bersungguh-sungguh.
Ibu tidak memberikan jawaban panjang. Apalagi yang berbelit dengan bahasa yang sulit dimengerti anak. Cukup dengan jawaban pendek dan disesuaikan dengan pemahaman anak. Dan tentu saja tidak boleh sembarangan. Harus dengan jawaban yang benar. Kalau orang tua tidak tahu apa jawaban yang benar tak usahlah coba berbohong. Lebih baik katakan tak tahu dan cobalah untuk menerangkan di lain waktu bila jawaban sudah didapat.

Suatu saat Rida bertanya pada ibunya,”Bu, hujan itu turun dari mana?” Ibu pun menjawab,”Dari langit.” Kembali Rida melanjutkan,”Memangnya di langit ada air?” Ibu memberikan jawaban,”Ya sekumpulan air di langit namanya awan.” Merasa penasaran Rida terus mengajutkan pertanyaan,”Mengapa tak pernah ada hujan uang atau jajan, bu?”

Sambil tertawa ibu pun berkata dengan sabar,”Tentu saja, di langit hanya ada udara dan awan. Tak ada uang atau jajan sama sekali.”

Nah, jawaban ibu kepada Rida pendek dan tidak berbelit-belit, bukan? Penjelasan ibu akan memuaskan hati anak dan bisa tertangkap oleh kemampuannya berpikir. Lain halnya ketika Beni bertanya kepada ayahnya tentang apa sebenarnya guruh dan petir itu. Spontan ayah memberi jawaban,”Ada raksasa sedang marah di langit. Kilat itu cahaya dari kapak raksasa yang ditebaskan dan suaranya yang keras dinamakan guruh.”
Jawaban semacam ini tentu tak bermanfaat. Mungkin saja Beni puas dengan keterangan itu tetapi pemahaman keliru jelas tak menambah perbedaharaan pengetahuannya. Bukankah lebih baik dijelaskan sedikit,”Jika awan yang satu bertabrakan dengan awan yang lain, awan itu akan meledak. Cahaya ledakan itu disebut kilat dan suara yang terdengar disebut guruh.”

Ketika anak masih terus merongrong dengan pertanyaan membingungkan seperti tanya Rida,”Lho, awan itu kan air, kok bisa meledak, bu?” dan ibu kebingungan mencari jawaban, sementara ibu bisa berhenti. Lebih baik dikatakan,”Iya ya, air kok bisa meledak. Ibu tak tahu. Coba kapan-kapan ibu tanya pada bapak dulu ya.”

Setelah memikirkan jawaban yang pantas, di lain waktu ibu menerangkan,”Air di langit tak sama di bumi.” Air yang di langit mengandung listrik. Jadi kalau bersenggolan bisa meledak. Seperti kawat listriknya bapak itu lho Rid.”

Apa sih faedahnya memberi jawaban secara tepat? Toh Beni sudah puas dengan jawaban ayahnya tentang raksasa itu, begitu mungkin pendapat Anda. Memang, anak sudah cukup puas mendapat sebuah keterangan dan kepuasan ini sangat berarti bagi dirinya. Tetapi bukankah ada alternatif yang lebih baik?
Lihat saja Rida. Selain puas mendapat jawaban ia pun memperoleh tambahan pengetahuan. Apakah Anda mengira pengetahuan seperti ini hanya sia-sia bagi anak usia 3-4 tahun seperti Rida?

Sekilas anak-anak itu seperti bodoh dan tak tahu apa-apa tentang alam beserta kehidupannya. Tetapi mereka sebenarnya memiliki daya tangkap dan daya ingat jauh lebih hebat dari perkiraan kita. Dari sekian banyak tanya yang mereka ajukan dalam sehari, pasti ada yang masuk dan direkam baik-baik dalam otaknya.

Tidak seperti banyak diduga orang, anak balita (di bawah lima tahun) sebenarnya memiliki kemampuan menangkap pengetahuan dan menghafalnya dengan hebat. Wajar saja, karena otak mereka belum pernah dipergunakan untuk memikirkan hal-hal lain.

Yang dikhawatirkan justru jika seorang anak begitu pendiam dan tak terangsang dengan adanya benda baru. Tak ada keinginan pula untuk bertanya. Kepada anak pasif ini orang tua harus berinisiatif membangkitkan rasa ingin tahunya.

Ibu bisa memulai pertanyaan misalnya,”Ayo Adi, mengapa burung bisa terbang, kamu kok tidak!?” Atau dengan umpan lain,”Adi sayang sama nenek, kan. Kenapa nenek bisa mati, Di?”
Dengan pertanyaan menarik seperti ini, bukan tidak mungkin anak akan terangsang untuk kemudian menanyakan segala sesuatu. Semakin sering orang tua memancing dengan berbagai pertanyaan menarik, tentu anak akan meniru tindakan orang tua.

Memang bukan pekerjaan mudah bagi orang tua, khususnya ibu. Diperlukan kesabaran dan ketelatenan tingkat wahid untuk bisa melayani keberondongan tanda tanya anak-anak dengan baik. Ibu harus bisa menekan emosinya demi anak. Tentu ini lebih afdhal dilakukan oleh ibu yang tidak sering keluar rumah, untuk bekerja misalnya. Karena bagi kebanyakan ibu pekerja, walaupun mereka mempunyai sisa waktu untuk anak-anak di rumah, ketenangan jiwa mereka seringkali terusik oleh urusan pekerjaan yang membuat emosi relatif lebih labil.[]

Menjadi Orangtua yang Lebih Baik

(SMKNH) Orangtua bisa belajar dari kesalahannya dan melakukan yang lebih baik lagi untuk menolong anaknya tumbuh menjadi anak yang baik. Caranya antara lain:

Mendengarkan anak.

Luangkan waktu untuk betul-betul mendengarkan anak. Tataplah mata dan rasakan apa yang mereka katakan. Biarkan mereka tahu bahwa anda selalu membuka mata, hati dan pikirkan buat mereka.
Bicaralah dengan anak.
Bicaralah selalu dengan mereka mengenai apa pun. Katakan pula kebenaran seberapa pun sulitnya untuk melakukan itu.
Ajarkan nilai-nilai baik dan buruk.
Sudah menjadi tanggung jawab orangtua untuk membangun moral dasar yang lebih tinggi pada diri anak. Berikan lewat contoh-contoh perbuatan.

Beri perhatian.

Ciptakan kesempatan untuk fokus pada anak dan menjadikan mereka sebagai pusat perhatian. Keterlibatan dan kehadiran anda dalam beraktivitas dan bermain amat penting bagi anak.
Didik anak dengan pikiran, jiwa dan raga.
Orangtua sebagai guru pertama bagi anak punya kewajiban dan kesempatan membentuk tahapan pembelajaran anak. Tak hanya kognitifnya tapi juga emosi dan spiritualnya.
Ciptakan keluarga yang harmonis.
Kestabilan dalam keluarga merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Jadi jagalah keharmonisan keluarga dan atas masalah dengan cara yang sehat.
Beri perlakuan dan kesempatan yang adil pada anak.
Penuhi kebutuhan anak sesuai kebutuhannya secara adil. Juga beri kesempatan pada anak untuk berkembang dengan lebih baik.[]

Thursday, January 24, 2013

Takwinur Rijal

(SMKNH) Kebingungan sistem pendidikan nasional telah melahirkan ketidakmapanan output pendidikan baik di jenjang terendah hingga jenjang tertinggi. Generasi yang dihasilkan tidak memiliki kematangan dan kemandirian. Bahkan generasi tersebut sangat lemah baik secara akhlaq, akal, kepribadian, etos kerja dan upaya pembaharuan (ijtihad). Karena itu sosok generasi yang muncul adalah generasi bandel, demoralisasi, korupsi, penipu, manipulasi, konsumtif, materialis dan tidak memilki kemandirian. Hal ini sangat berbeda dengan genersai yang dididik mengikuti tahaban dan metode tarbiyah Islam.

Sosok generasi yang dihasilkan tahabapn dan metode tarbiyah Islam adalah generasi yang kuat dan amanat (al qowiyyul amin). Sosok generasi ini pernah terbentuk di zaman Rosululloh Sholallah Alaihi Wassalam dan para sahabatnya. Mereka sangat kuat dalam mengemban tugas-tugas agama, berdakwah beramar ma’ruf dan bernahi munkar. Generasi yang kuat termasuk di dalamnya adalah tahan bantingan menghadapi ujian kehidupan, dan tidak mudah putus asa. Generasi amanah adalah yang dapat dipercaya baik sikap, ucapan, maupun suluknya. Bila mereka menerima tugas dakwah, tugas itu akan dilaksanakan sampai sempurna dengan penuh tanggung jawab.

Amanah sebagai bagian asas pendidikan Islam, karena melalui proses amanah akan terbentuk generasi yang berbudi pekerti luhur, yang mampu mengemban segala beban yang dipikulnya. Amanah merupakan sikap internal yang menunjukkan intregrasi kepribadian sehingga generasi amanah menjadi pribadi utuh, penuh tanggung jawab, dan dapat mengembangkan dirinya untuk kehidupan orang lain.


Islam tidak menghendaki umatnya menjadi umat yang lemah. Bahkan, Al Qur’an sejak lama telah memberikan warning (peringatan) kepada kaum muslimin agar tidak meninggalkan sosok generasi yang lemah. Alloh berfirman dalam surat An Nisa’: 9
“Dan hendaklah takut kepada Alloh (cemas) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir (terhadap kesejahteraan mereka). Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Kuat lemahnya suatu generasi ternyata banyak ditentukan oleh faktor pendidikan. Pendidikan yang baik, yang dikelola secara benar akan mampu melahirkan generasi pilihan, generasi unggul, generasi yang cerdas secara intelektual juga generasi yang berakhlak mulia. Islam sangat memperhatikan masalah pendidikan. Islam sejak lama mewajibkan umatnya untuk giat mencari ilmu sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Abdil Barr:

“Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim.”Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur segala sesuatu dari masalah yang paling kecil sampai masalah yang paling besar, dari masalah yang paling remeh sampai masalah yang paling berat, tidak terkecuali masalah ilmu. Alangkah indahnya pandangan Islam tentang ilmu yang dengan pandangan brilian itu mampu mencetak generasi berilmu tinggi, generasi peletak dasar-dasar ilmu modern sekarang ini.
Korelasi (hubungan) antara konsep ilmu dalam Islam dan generasi yang dihasilkan dapat diumpamakan seperti segitiga. Dua garis vertikal bertemu dalam satu titik, titik Allah SWT. Sementara garis horizontal yang menghubungkan kedua garis vertikal tadi menunjukkan generasi yang beremosi stabil, rendah hati, tidak sombong. Ibarat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Hal ini didasari oleh kesadaran bahwa amatlah terbatas ilmu Allah yang berhasil dikuasai manusia, dan teramat banyak ilmu Allah yang belum dikuasai manusia. Masih banyak hal di alam ini yang masih misterius yang belum mampu diungkap oleh keterbatasan manusia. Inilah generasi dambaan umat. Dari tipe generasi ini umat Islam akan kembali mendapatkan predikat khairu ummah dari Allah SWT.

Semua Ilmu dari Allah SWT
Ilmu pengetahuan yang dikuasai manusia semuanya dari Allah SWT, bersumber dari Dzat yang satu. Allah adalah guru manusia. Dia mengajarkan apa saja yang tidak diketahui manusia. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah: 31

“Dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, “Sebutkankah kepada-Ku nama-nama benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

Dari ayat ini, semestinya harus mulai dihilangkan paradigma yang membagi ilmu menjadi dua dikotomi, yaitu ilmu umum dan ilmu agama. Pembagian itu mengesankan bahwa ilmu umum itu tidak bernilai relegi/agama. Padahal, semua ilmu itu diajarkan oleh Allah. Semestinya segala yang dikuasai manusia akhirnya harus sampai pada kesimpulan bahwa Allah berada di balik semua ilmu. Bukankah ilmu itu awalnya dari sebuah pengamatan terhadap gejala-gejala alam/ayat-ayat kauniyah/sunnatullah. Dari situ manusia mulai memformulasikan teori-teori yang akhirnya terdokumentasi menjadi ilmu pengetahuan. Jadi, tidak ada ilmu yang bebas dari nilai-nilai ketuhanan/keagamaan.

Setiap muslim harus berupaya sekuat tenaga untuk menyerap ilmu sebanyak-banyak dengan segala jenisnya tanpa terpengaruh adanya dua dikotomi di atas. Generasi Islam di abad pertengahan tercatat dalam sejarah sebagai peletak dasar segala ilmu modern sekarang ini. Kita harus mencontoh jejak-jejak emas mereka. Penemuan mereka terbukti telah mendatangkan banyak kemaslahatan umat sekarang ini. Bukankah ini sebagai amal jariahnya yang pahalanya tidak terputus?

Islam menyebut tiga ilmu pokok yang harus dikuasi manusia/umat Islam, yaitu ayatul muhkamat (ilmu Al Qur’an), sunnah rasul (ilmu hadits), dan faroidl (ilmu waris). Selain ketiga ilmu itu, maka termasuk kelebihan (fadhlun). Banyak sekali ilmu-ilmu yang termasuk kelebihan tersebut. Dalam kaitan ini, umat Islam harus selektif dalam mempelajarinya sebab ilmu-ilmu kelebihan tersebut bisa mengantarkan manusia ke arah kebaikan, juga bisa mengantarkan manusia ke arah kejahatan, orang menyebutnya sebagai ilmu hitam, ilmu yang dapat mencelakakan orang lain dan dirinya sendiri.
Pengajaran ilmu pokok tersebut sebaiknya dimulai dari usia dini dalam pendidikan prasekolah (PG/TK). Lalu dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurut penelitian ditemukan bahwa perkembangan otak manusia itu 80 % terjadi dalam usia 0 – 8 tahun, sedang yang 20 % berkembang di atas usia tersebut Semakin dini mengenalkan tiga ilmu pokok tersebut akan menghasil kualitas lulusan yang lebih baik.

Bacalah ilmu dengan bismillah
Allah berfirman dalam surat Al Alaq:1

“Bacalah dengan menyebut asma tuhanmu yang menciptakan!”


Dalam membaca ayat-ayat qouliyah maupun ayat-ayat kauniyah jangan sampai lupa menyebut nama Allah SWT. Apapun yang kita baca hendaknya selalu menghadirkan Allah di dalamnya. Allah yang berfirman dalam ayat-ayat qouliyah, juga Allah yang menciptakan ayat-ayat kauniyah. Membaca bismillah berarti mengharapkan bantuan Allah untuk memahami bahan bacaan. Membaca bismillah berarti membuka tabir keberkahan ilmu pengetahuan. Membaca bismillah seolah-olah kita minta izin pada Allah sebagai pemilik segala ilmu pengetahuan. Dengan bismillah akan mengantarkan manusia ke puncak pengetahuan tentang Allah.

Memasuki konsep ini harus menjadikan keterikatan pada pencipta ilmu. Ketika berada dalam ilmu yang dapat dikembangkan melalui metodologi penelitian, maka harus tetap mengembalikan kekuasaan tertinggi pada Allah Ta’ala. Dan di setiap mengembangkan ilmu harus dilandasi dengan penyebutan kekuasaan Allah Ta’ala. Akhirnya ilmu yang digeluti akan menghantarkan kepada kesempurnaan keimanan seseorang.(
Abina Ihya' Ulumiddin)

Saturday, January 19, 2013

Islamic

Islamic

Software

Software

Edu Games

Edu Games

E-books

Modul Kelas X:
Modul Perakitan